Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Tadris Bahasa Inggris

Blitar, Selasa, (29/4/2025), Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) di STIT Misbahudin Ahmad Blitar melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) yang dipimpin oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Dua asesor yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Drs. H. Giyoto, M.Hum dari UIN Raden Mas Said Surakarta dan Dr. Eka Apriani, M.Pd dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup. Tujuan asesmen ini adalah untuk mengevaluasi mutu dan tata kelola Program Studi TBI dalam proses akreditasi.

Selama dua hari, asesmen melibatkan pemeriksaan dokumen, wawancara, dan observasi langsung di lapangan. Fokus penilaian tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan.

Prof. Dr. Drs. H. Giyoto, M.Hum menegaskan bahwa akreditasi harus dilihat sebagai bagian dari upaya pengembangan jangka panjang, bukan sekadar pencapaian nilai. “Rekomendasi yang kami berikan bukan hanya untuk mengejar angka, tetapi untuk memastikan bahwa mutu program studi dapat terus berkembang,” ungkap Prof. Giyoto.

Beliau juga menekankan pentingnya kesesuaian antara dokumen yang disajikan dan bukti fisik yang diverifikasi selama proses asesmen. Lebih lanjut, beliau menyoroti perlunya peningkatan kualitas dalam penyusunan dokumen dan bukti pendukung sebelum akreditasi. “Perlu diberikan ‘vitamin’ untuk lebih cerdas dalam menyiapkan dokumen, sehingga program studi siap jauh sebelum akreditasi dimulai,” katanya.

Prof. Giyoto juga mengingatkan agar seluruh pihak di fakultas bekerja sama untuk memperkuat mutu kelembagaan. “Jangan hanya terjebak pada sejarah mendirikan program studi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengembangkannya di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Eka Apriani,M.Pd menekankan pentingnya menjaga mutu program studi secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang akreditasi. “Akreditasi bukanlah sesuatu yang hanya dikejar saat mendekati penilaian, tetapi harus menjadi proses yang berkelanjutan untuk memastikan mutu terus berkembang,” tegasnya.

Beliau juga menyarankan agar program studi melibatkan seluruh elemen, termasuk dosen dan staf, dalam proses peningkatan mutu. “Kami melihat bahwa beberapa dosen belum sepenuhnya terlibat dalam proses ini. Agar tridarma perguruan tinggi berjalan optimal, diperlukan kerja sama dari semua pihak,” imbuhnya.

Dr. Eka Apriani,M.Pd juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh STITMA selama proses asesmen berlangsung. Ia berharap agar rekomendasi yang diberikan dapat segera ditindaklanjuti untuk peningkatan kualitas program studi ke depannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2, Ketua Yayasan dan Ketua STIT Misbahudin Ahmad., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada tim asesor dan menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan. “Kami sadar bahwa ada beberapa hal yang harus diperbaiki, dan itu akan segera kami tindak lanjuti. Di sisa masa jabatan saya, saya berkomitmen untuk tidak meninggalkan hal-hal yang berdampak negatif bagi fakultas,”

Asesmen Lapangan ini memberikan kesempatan bagi Program Studi Tadris Bahasa Inggris untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan mutu pendidikan. Rekomendasi dari tim asesor diharapkan dapat menjadi pijakan bagi program studi dalam upaya memperoleh akreditasi yang lebih baik dan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Melalui kolaborasi antara dosen, staf, dan pimpinan STITMA, Ketua Yayasan dan pengasuh pondok, diharapkan Prodi Tadris Bahasa Inggris dapat terus berkembang dan menjadi program studi yang unggul serta mampu mencetak lulusan yang berkualitas sesuai dengan standar pendidikan tinggi yang semakin meningkat.

Scroll to Top