Blitar, 14 Februari 2025 – Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin 2 Blitar sukses menggelar Tasyakuran Imrithy Maksud ke-4 dengan penuh khidmat dan antusiasme dari para santri, dewan asatidz, serta wali santri yang turut hadir dalam acara ini. Kegiatan ini menjadi bukti kesungguhan mereka dalam menghafal dan mempelajarinya.
Acara ini merupakan bentuk apresiasi terhadap usaha dan pencapaian santri dalam memahami ilmu alat yang menjadi kunci dalam memahami kitab-kitab kuning. Selain sebagai bentuk rasa syukur, tasyakuran ini juga menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antara santri, dewan asatidz asatidzah, dan seluruh keluarga besar pesantren.
Sebelum puncak acara tasyakuran, para santri terlebih dahulu mengikuti tes IMMAQ dan Alfiyah selama kurang lebih tujuh hari. Tes ini dirancang sebagai bentuk evaluasi bagi para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran kitab Imrithy dan Maqsud serta Alfiyah.
Momen yang paling dinantikan adalah proses wisuda para santri . Wisudawan memasuki tempat acara dengan penuh kebanggaan, diiringi oleh alunan musik dari drumband santri putri. Suasana semakin meriah ketika barisan santri yang telah menyelesaikan pembelajaran mereka melangkah dengan tertib, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan lalaran nadzom Imrithy oleh santri putri, diikuti dengan lalaran nadzom Maqsud oleh santri putra
Lalaran nadzom ini menjadi simbol dari kesungguhan para santri dalam mempelajari ilmu nahwu. Dengan penuh semangat, mereka melantunkan bait-bait nadzom yang telah mereka hafal, menunjukkan penguasaan mereka terhadap materi yang telah dipelajari
Setelah itu, dilaksanakan sesi penyematan bagi para wisudawan . Penyematan ini dilakukan secara simbolis oleh Kh.M.zainul Fajeri selalu pengasuh , sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah dan ketekunan mereka dalam menghafal.
Salah satu santri, Riva Sulalah santri kelas 9 mengungkapkan rasa bahagianya bisa mengikuti acara ini. “Lalaran nadzom ini bukan hanya sekadar hafalan, tapi juga membantu saya memahami kaidah nahwu dengan lebih mendalam. Saya bersyukur bisa menyelesaikan pembelajaran kitab ini, dan semoga ilmu ini terus bermanfaat dalam kehidupan saya,” katanya dengan penuh haru.
Dengan berakhirnya tasyakuran ini, Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin 2 Blitar berharap agar para santri semakin termotivasi dalam mendalami ilmu nahwu dan siap mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang telah mereka pelajari bukan hanya menjadi bekal dalam memahami teks-teks keislaman, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan mereka dalam menegakkan agama dan menebarkan ilmu kepada masyarakat.
Acara pun ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh pengasuh. Para santri dan hadirin meninggalkan tempat acara dengan perasaan bangga dan penuh semangat untuk terus menuntut ilmu. (Azra)

