BLITAR – Pondok Pesantren (PP) Mambaus Sholihin 2 Blitar menggelar acara khidmat dalam rangka Peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan Wisuda Juz ‘Amma ke-5 serta Apresiasi Tahfidz Darul Qur’an pada Jumat, 6 Maret 2026.
Acara yang berlangsung penuh keberkahan ini menjadi saksi pencapaian 24 santri yang berhasil menamatkan hafalan Juz ‘Amma, serta 16 santri yang menerima apresiasi atas hafalan Al-Qur’an mereka, dengan pencapaian tertinggi hingga khatam 30 Juz.
Dalam suasana peringatan Nuzulul Qur’an, momen ini menjadi pengingat sejarah agung saat Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu-Nya kepada Baginda Nabi Muhammad SAW di Gua Hira melalui Malaikat Jibril. Peristiwa yang terjadi pada malam 17 Ramadhan ini ditandai dengan turunnya lima ayat pertama dari Surat Al-Alaq.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya pesantren untuk meneladani semangat kholwah (menyendiri untuk beribadah) dan riyadhah yang dilakukan Rasulullah sebelum menerima amanah kenabian, yang kini diimplementasikan oleh para santri melalui perjuangan menghafal ayat-demi ayat di pesantren.
Selain agenda wisuda, satu detik bersejarah turut tercipta melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala SMP Mambaus Sholihin 2. Ustazah Yoellaekah, S.Pd., yang telah memimpin sekolah dengan penuh dedikasi, secara resmi menyerahkan mandat kepemimpinan kepada Ustadz Choirul Anam, M.Pd. Dalam suasana penuh emosi, keluarga besar SMP Mambaus Sholihin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ustazah Yoellaikah. Di bawah bimbingan beliau, sekolah bukan saja berkembang dari segi manajemen pendidikan, tetapi juga berhasil menanamkan nilai keikhlasan dalam berkhidmat di bawah naungan pondok pesantren.
Pengasuh PP Mambaus Sholihin 2 Blitar, Dr. KH. Muhammad Zainul Fajri, M.Ag., dalam Mauidzah Hasanah-nya, menekankan urgensi ayat pertama yang diturunkan, yaitu “Iqra” (Bacalah). Beliau menegaskan bahwa membaca adalah kunci untuk memahami dunia dan akhirat.
Beliau berpesan agar para santri terus semangat menuntut ilmu dan menjaga akhlak, terutama kepatuhan kepada orang tua (Birrul Walidain) saat memasuki masa libur panjang nanti.
“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mendekatkan diri kamu kepada Allah SWT dan membentuk akhlak yang mulia sebagaimana akhlak Al-Qur’an,” ujar beliau.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto antara wisudawan, orang tua, dan barisan asatidzah, menandakan kejayaan pendidikan Al-Qur’an yang terus subur di bumi Blitar.

